{"id":1602,"date":"2024-08-21T10:29:37","date_gmt":"2024-08-21T03:29:37","guid":{"rendered":"https:\/\/haielektronik.id\/?p=1602"},"modified":"2025-10-20T10:02:10","modified_gmt":"2025-10-20T03:02:10","slug":"resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/","title":{"rendered":"Resolusi TV Pertama di Dunia: Cuma 30 Garis Horizontal!"},"content":{"rendered":"[et_pb_section admin_label=&#8221;section&#8221;]\n\t\t\t[et_pb_row admin_label=&#8221;row&#8221;]\n\t\t\t\t[et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243;][et_pb_text admin_label=&#8221;Text&#8221;]\n<h1 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f4d8ace2677e7ffdb458f954cef58781\">Resolusi TV Pertama di Dunia: Cuma 30 Garis Horizontal!<\/h1>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"819\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Techfact-Resolusi-TV-pertama-819x1024.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1603\" style=\"aspect-ratio:4\/3;object-fit:cover\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada masa sekarang, kita terbiasa dengan TV berkualitas tinggi yang memiliki resolusi tajam, dari <strong>HD<\/strong> hingga <strong>8K<\/strong>. Namun, tahukah kamu bahwa TV pertama di dunia hanya memiliki <strong>30 garis horizontal<\/strong> sebagai resolusinya? Ya, ini terdengar aneh di telinga kita yang sudah terbiasa dengan teknologi modern. Tapi justru dari sinilah semua bermula!<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f9e62ca1f142105cd7a39295f000555c\">Sejarah Awal Resolusi TV di Dunia<\/h1>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized is-style-default\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/8\/80\/John_Logie_Baird_in_1917.jpg\" alt=\"John Logie Baird - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas\" style=\"aspect-ratio:0.75;object-fit:cover;width:237px;height:auto\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Televisi pertama kali ditemukan di tahun 1920-an, dan teknologi saat itu benar-benar terbatas. <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/John_Logie_Baird\">John Logie Baird<\/a>, salah satu pelopor teknologi TV, berhasil menciptakan gambar bergerak yang bisa ditayangkan di layar dengan menggunakan <strong>30 garis horizontal<\/strong>. Meskipun sangat sederhana, ini adalah langkah besar dalam dunia teknologi saat itu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-a5b155c70acd69c6f2e0a7ecab0150f2\">Bagaimana Teknologi TV Pertama Bekerja?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.blibli.com\/friends-backend\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/B110779-cover.jpg\" alt=\"\" style=\"width:815px;height:auto\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Teknologi yang digunakan oleh John Logie Baird berbeda jauh dengan teknologi modern. TV pertama menggunakan <strong>disc mekanik<\/strong> untuk memindai gambar yang akan ditampilkan di layar. Proses ini melibatkan pemecahan gambar menjadi garis-garis horizontal, yang kemudian ditransmisikan ke layar. Dengan hanya 30 garis, tentu gambar yang dihasilkan sangat kasar dan tidak detail. Tapi saat itu, hal ini sudah dianggap sebagai revolusi!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-d39c8b88697d6620126062057a92ca8f\">Kenapa Resolusi Hanya 30 Garis Horizontal?<\/h2>\n\n\n\n<p>Resolusi rendah ini disebabkan oleh keterbatasan teknologi pada saat itu. TV pertama kali hanya bisa menangkap gambar sederhana dan statis, sehingga penemuan ini berfokus pada bisa atau tidaknya sebuah gambar bergerak ditampilkan di layar, tanpa terlalu memikirkan kualitas resolusi. Karena itulah, hanya ada 30 garis horizontal yang digunakan, yang sebenarnya sudah cukup untuk menunjukkan bentuk dasar sebuah gambar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/asset-2.tstatic.net\/jogja\/foto\/bank\/images\/Apa-Bedanya-TV-Analog-TV-Digital-TV-Kabel-TV-Parabola-TV-Satelit-Smart-TV-dan-Android-TV.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-dc7195ce73fe629de3b8d0bc9e0f0e6e\">Perbandingan dengan Resolusi TV Modern<\/h2>\n\n\n\n<p>Jika dibandingkan dengan resolusi TV modern, teknologi TV pertama jelas sangat tertinggal jauh. TV saat ini memiliki ratusan hingga ribuan garis horizontal dan vertikal, yang memungkinkan kita melihat gambar dengan sangat tajam dan jernih. Sebagai contoh:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Resolusi TV di Era Sekarang: Dari HD hingga 8K<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Resolusi HD<\/strong> memiliki 720 garis vertikal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Resolusi Full HD<\/strong> memiliki 1080 garis vertikal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Resolusi 4K<\/strong> bahkan mencapai lebih dari 4000 garis, sedangkan <strong>8K<\/strong> memiliki lebih dari 8000 garis!<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Coba bayangkan betapa jauhnya perkembangan dari TV yang hanya berisi 30 garis horizontal!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tabagsel.com\/storage\/app\/public\/product\/2023-02-21-63f490cea9052.png\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-6d7c5c82886b193848aa8b825e0bd41d\">Dampak Teknologi TV Awal pada Pengembangan TV Modern<\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun terlihat kuno dan terbatas, penemuan awal ini memegang peran penting dalam perkembangan teknologi televisi modern. Inovasi yang dihasilkan oleh Baird dan penemu lainnya membuka jalan bagi pengembangan TV yang lebih canggih. Tanpa teknologi awal ini, mungkin kita tidak akan menikmati TV berkualitas tinggi seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f392ba1125c31a7da060c110e8b63990\">Siapa Penemu TV Pertama dan Apa yang Memotivasi Inovasinya?<\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/John_Logie_Baird\"><strong>John Logie Baird<\/strong> <\/a>adalah sosok di balik teknologi televisi pertama. Ia terinspirasi untuk menciptakan alat yang bisa menampilkan gambar bergerak karena ketertarikannya pada teknologi optik dan elektronika. Berkat eksperimen-eksperimennya, ia berhasil menayangkan gambar bergerak pertama pada tahun 1925.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-a5a46a40e755eb03d97e4c96287d60d5\">Bagaimana TV Pertama Mempengaruhi Industri Hiburan?<\/h2>\n\n\n\n<p>TV pertama yang diciptakan Baird membuka jalan bagi industri hiburan modern. Pada awalnya, siaran televisi terbatas pada tayangan-tayangan sederhana dan berita. Namun seiring perkembangan teknologi, TV menjadi media utama dalam menyampaikan berbagai bentuk hiburan seperti film, acara TV, dan berita global.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-8582029902660d1e1b8240bacd01fb53\">Apa Tantangan yang Dihadapi dalam Membuat TV Pertama?<\/h2>\n\n\n\n<p>Membuat TV pertama bukanlah hal mudah. Banyak tantangan teknis yang dihadapi, mulai dari kurangnya komponen berkualitas hingga kesulitan dalam mentransmisikan gambar dengan jernih. Resolusi rendah adalah salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan teknologi saat itu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-27a76fa3a89f3ec071f451e0e826a668\">Resolusi TV Masa Depan: Apa yang Kita Harapkan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Seiring dengan perkembangan teknologi, resolusi TV akan terus berkembang. Saat ini kita sudah memiliki <strong>8K<\/strong>, tetapi para ahli percaya bahwa masa depan bisa menghadirkan resolusi yang lebih tinggi lagi, mungkin dengan penggabungan teknologi seperti <strong>realitas virtual (VR)<\/strong> atau <strong>realitas tertambah (AR)<\/strong> yang akan membuat pengalaman menonton semakin interaktif dan imersif.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/miro.medium.com\/v2\/resize:fit:1024\/0*mMc6KgAwb8BRVCBH.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator alignfull has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-4748145be41e357094a3d7d8a9732c26\">Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Siapa penemu TV pertama di dunia?<\/h3>\n\n\n\n<p>John Logie Baird, penemu asal Skotlandia, adalah orang yang pertama kali menampilkan gambar bergerak di layar televisi pada tahun 1925.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mengapa resolusi TV pertama begitu rendah?<\/h3>\n\n\n\n<p>Karena keterbatasan teknologi saat itu, hanya 30 garis horizontal yang bisa ditampilkan di layar. Teknologi untuk menghasilkan gambar dengan resolusi lebih tinggi belum ada pada masa itu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kapan TV dengan resolusi lebih tinggi mulai dikembangkan?<\/h3>\n\n\n\n<p>Pengembangan TV dengan resolusi lebih tinggi dimulai sekitar tahun 1930-an dan 1940-an, saat teknologi elektronik semakin maju dan televisi mulai diproduksi secara massal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Apa bedanya resolusi 30 garis dengan TV modern sekarang?<\/h3>\n\n\n\n<p>TV modern memiliki ribuan garis vertikal dan horizontal yang menghasilkan gambar jauh lebih tajam, jelas, dan detail dibandingkan dengan TV pertama yang hanya memiliki 30 garis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Apakah masih ada TV lama yang bisa digunakan?<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa model TV tua masih ada dan digunakan sebagai barang koleksi, tetapi fungsinya tidak bisa dibandingkan dengan TV modern.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Bagaimana perkembangan teknologi TV di masa depan?<\/h3>\n\n\n\n<p>Resolusi TV akan terus berkembang, mungkin dengan penggabungan teknologi <strong>VR<\/strong> atau <strong>AR<\/strong> yang akan meningkatkan pengalaman menonton dengan lebih imersif.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-da9708844099c73164595ce9f17fc09c\">Dan itulah sejarah singkat tentang <strong>resolusi TV pertama di dunia<\/strong>. Dari yang hanya berisi 30 garis horizontal, kini kita bisa menikmati TV dengan kualitas luar biasa. Teknologi terus berkembang, dan siapa tahu apa yang akan kita saksikan di masa depan?<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n[\/et_pb_text][\/et_pb_column]\n\t\t\t[\/et_pb_row]\n\t\t[\/et_pb_section]","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah kamu bahwa televisi pertama di dunia hanya memiliki resolusi 30 garis horizontal? Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana teknologi TV pertama kali diciptakan, siapa penemunya, serta bagaimana perkembangan resolusi TV dari masa ke masa hingga menjadi setajam sekarang dengan teknologi 4K dan 8K. Mari kita telusuri sejarah dan inovasi luar biasa yang membawa kita pada era TV modern!<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1603,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"<!-- wp:heading {\"level\":1,\"style\":{\"elements\":{\"link\":{\"color\":{\"text\":\"var:preset|color|black\"}}}},\"textColor\":\"black\"} -->\n<h1 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color\">Resolusi TV Pertama di Dunia: Cuma 30 Garis Horizontal!<\/h1>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:image {\"id\":1603,\"aspectRatio\":\"4\/3\",\"scale\":\"cover\",\"sizeSlug\":\"large\",\"linkDestination\":\"none\"} -->\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Techfact-Resolusi-TV-pertama-819x1024.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1603\" style=\"aspect-ratio:4\/3;object-fit:cover\"\/><\/figure>\n<!-- \/wp:image -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Pada masa sekarang, kita terbiasa dengan TV berkualitas tinggi yang memiliki resolusi tajam, dari <strong>HD<\/strong> hingga <strong>8K<\/strong>. Namun, tahukah kamu bahwa TV pertama di dunia hanya memiliki <strong>30 garis horizontal<\/strong> sebagai resolusinya? Ya, ini terdengar aneh di telinga kita yang sudah terbiasa dengan teknologi modern. Tapi justru dari sinilah semua bermula!<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:heading {\"level\":1,\"style\":{\"elements\":{\"link\":{\"color\":{\"text\":\"var:preset|color|black\"}}}},\"textColor\":\"black\"} -->\n<h1 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color\">Sejarah Awal Resolusi TV di Dunia<\/h1>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:image {\"width\":\"237px\",\"height\":\"auto\",\"aspectRatio\":\"0.75\",\"scale\":\"cover\",\"sizeSlug\":\"large\",\"className\":\"is-style-default\"} -->\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized is-style-default\"><img src=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/8\/80\/John_Logie_Baird_in_1917.jpg\" alt=\"John Logie Baird - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas\" style=\"aspect-ratio:0.75;object-fit:cover;width:237px;height:auto\"\/><\/figure>\n<!-- \/wp:image -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Televisi pertama kali ditemukan di tahun 1920-an, dan teknologi saat itu benar-benar terbatas. <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/John_Logie_Baird\">John Logie Baird<\/a>, salah satu pelopor teknologi TV, berhasil menciptakan gambar bergerak yang bisa ditayangkan di layar dengan menggunakan <strong>30 garis horizontal<\/strong>. Meskipun sangat sederhana, ini adalah langkah besar dalam dunia teknologi saat itu.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:heading {\"style\":{\"elements\":{\"link\":{\"color\":{\"text\":\"var:preset|color|black\"}}}},\"textColor\":\"black\"} -->\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color\">Bagaimana Teknologi TV Pertama Bekerja?<\/h2>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:image {\"width\":\"815px\",\"height\":\"auto\",\"sizeSlug\":\"large\"} -->\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img src=\"https:\/\/www.blibli.com\/friends-backend\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/B110779-cover.jpg\" alt=\"\" style=\"width:815px;height:auto\"\/><\/figure>\n<!-- \/wp:image -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Teknologi yang digunakan oleh John Logie Baird berbeda jauh dengan teknologi modern. TV pertama menggunakan <strong>disc mekanik<\/strong> untuk memindai gambar yang akan ditampilkan di layar. Proses ini melibatkan pemecahan gambar menjadi garis-garis horizontal, yang kemudian ditransmisikan ke layar. Dengan hanya 30 garis, tentu gambar yang dihasilkan sangat kasar dan tidak detail. Tapi saat itu, hal ini sudah dianggap sebagai revolusi!<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:heading {\"style\":{\"elements\":{\"link\":{\"color\":{\"text\":\"var:preset|color|black\"}}}},\"textColor\":\"black\"} -->\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color\">Kenapa Resolusi Hanya 30 Garis Horizontal?<\/h2>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Resolusi rendah ini disebabkan oleh keterbatasan teknologi pada saat itu. TV pertama kali hanya bisa menangkap gambar sederhana dan statis, sehingga penemuan ini berfokus pada bisa atau tidaknya sebuah gambar bergerak ditampilkan di layar, tanpa terlalu memikirkan kualitas resolusi. Karena itulah, hanya ada 30 garis horizontal yang digunakan, yang sebenarnya sudah cukup untuk menunjukkan bentuk dasar sebuah gambar.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:image {\"sizeSlug\":\"large\"} -->\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/asset-2.tstatic.net\/jogja\/foto\/bank\/images\/Apa-Bedanya-TV-Analog-TV-Digital-TV-Kabel-TV-Parabola-TV-Satelit-Smart-TV-dan-Android-TV.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n<!-- \/wp:image -->\n\n<!-- wp:heading {\"style\":{\"elements\":{\"link\":{\"color\":{\"text\":\"var:preset|color|black\"}}}},\"textColor\":\"black\"} -->\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color\">Perbandingan dengan Resolusi TV Modern<\/h2>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Jika dibandingkan dengan resolusi TV modern, teknologi TV pertama jelas sangat tertinggal jauh. TV saat ini memiliki ratusan hingga ribuan garis horizontal dan vertikal, yang memungkinkan kita melihat gambar dengan sangat tajam dan jernih. Sebagai contoh:<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:heading {\"level\":3} -->\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Resolusi TV di Era Sekarang: Dari HD hingga 8K<\/h3>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:list -->\n<ul class=\"wp-block-list\"><!-- wp:list-item -->\n<li><strong>Resolusi HD<\/strong> memiliki 720 garis vertikal.<\/li>\n<!-- \/wp:list-item -->\n\n<!-- wp:list-item -->\n<li><strong>Resolusi Full HD<\/strong> memiliki 1080 garis vertikal.<\/li>\n<!-- \/wp:list-item -->\n\n<!-- wp:list-item -->\n<li><strong>Resolusi 4K<\/strong> bahkan mencapai lebih dari 4000 garis, sedangkan <strong>8K<\/strong> memiliki lebih dari 8000 garis!<\/li>\n<!-- \/wp:list-item --><\/ul>\n<!-- \/wp:list -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Coba bayangkan betapa jauhnya perkembangan dari TV yang hanya berisi 30 garis horizontal!<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:image {\"sizeSlug\":\"large\"} -->\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/tabagsel.com\/storage\/app\/public\/product\/2023-02-21-63f490cea9052.png\" alt=\"\"\/><\/figure>\n<!-- \/wp:image -->\n\n<!-- wp:heading {\"style\":{\"elements\":{\"link\":{\"color\":{\"text\":\"var:preset|color|black\"}}}},\"textColor\":\"black\"} -->\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color\">Dampak Teknologi TV Awal pada Pengembangan TV Modern<\/h2>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Meskipun terlihat kuno dan terbatas, penemuan awal ini memegang peran penting dalam perkembangan teknologi televisi modern. Inovasi yang dihasilkan oleh Baird dan penemu lainnya membuka jalan bagi pengembangan TV yang lebih canggih. Tanpa teknologi awal ini, mungkin kita tidak akan menikmati TV berkualitas tinggi seperti sekarang.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:heading {\"style\":{\"elements\":{\"link\":{\"color\":{\"text\":\"var:preset|color|black\"}}}},\"textColor\":\"black\"} -->\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color\">Siapa Penemu TV Pertama dan Apa yang Memotivasi Inovasinya?<\/h2>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/John_Logie_Baird\"><strong>John Logie Baird<\/strong> <\/a>adalah sosok di balik teknologi televisi pertama. Ia terinspirasi untuk menciptakan alat yang bisa menampilkan gambar bergerak karena ketertarikannya pada teknologi optik dan elektronika. Berkat eksperimen-eksperimennya, ia berhasil menayangkan gambar bergerak pertama pada tahun 1925.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:heading {\"style\":{\"elements\":{\"link\":{\"color\":{\"text\":\"var:preset|color|black\"}}}},\"textColor\":\"black\"} -->\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color\">Bagaimana TV Pertama Mempengaruhi Industri Hiburan?<\/h2>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>TV pertama yang diciptakan Baird membuka jalan bagi industri hiburan modern. Pada awalnya, siaran televisi terbatas pada tayangan-tayangan sederhana dan berita. Namun seiring perkembangan teknologi, TV menjadi media utama dalam menyampaikan berbagai bentuk hiburan seperti film, acara TV, dan berita global.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:heading {\"style\":{\"elements\":{\"link\":{\"color\":{\"text\":\"var:preset|color|black\"}}}},\"textColor\":\"black\"} -->\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color\">Apa Tantangan yang Dihadapi dalam Membuat TV Pertama?<\/h2>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Membuat TV pertama bukanlah hal mudah. Banyak tantangan teknis yang dihadapi, mulai dari kurangnya komponen berkualitas hingga kesulitan dalam mentransmisikan gambar dengan jernih. Resolusi rendah adalah salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan teknologi saat itu.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:heading {\"style\":{\"elements\":{\"link\":{\"color\":{\"text\":\"var:preset|color|black\"}}}},\"textColor\":\"black\"} -->\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color\">Resolusi TV Masa Depan: Apa yang Kita Harapkan?<\/h2>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Seiring dengan perkembangan teknologi, resolusi TV akan terus berkembang. Saat ini kita sudah memiliki <strong>8K<\/strong>, tetapi para ahli percaya bahwa masa depan bisa menghadirkan resolusi yang lebih tinggi lagi, mungkin dengan penggabungan teknologi seperti <strong>realitas virtual (VR)<\/strong> atau <strong>realitas tertambah (AR)<\/strong> yang akan membuat pengalaman menonton semakin interaktif dan imersif.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:image {\"sizeSlug\":\"large\"} -->\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/miro.medium.com\/v2\/resize:fit:1024\/0*mMc6KgAwb8BRVCBH.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n<!-- \/wp:image -->\n\n<!-- wp:separator {\"align\":\"full\",\"className\":\"is-style-wide\"} -->\n<hr class=\"wp-block-separator alignfull has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n<!-- \/wp:separator -->\n\n<!-- wp:heading {\"style\":{\"elements\":{\"link\":{\"color\":{\"text\":\"var:preset|color|black\"}}}},\"textColor\":\"black\"} -->\n<h2 class=\"wp-block-heading has-black-color has-text-color has-link-color\">Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)<\/h2>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:heading {\"level\":3} -->\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Siapa penemu TV pertama di dunia?<\/h3>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>John Logie Baird, penemu asal Skotlandia, adalah orang yang pertama kali menampilkan gambar bergerak di layar televisi pada tahun 1925.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:heading {\"level\":3} -->\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mengapa resolusi TV pertama begitu rendah?<\/h3>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Karena keterbatasan teknologi saat itu, hanya 30 garis horizontal yang bisa ditampilkan di layar. Teknologi untuk menghasilkan gambar dengan resolusi lebih tinggi belum ada pada masa itu.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:heading {\"level\":3} -->\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kapan TV dengan resolusi lebih tinggi mulai dikembangkan?<\/h3>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Pengembangan TV dengan resolusi lebih tinggi dimulai sekitar tahun 1930-an dan 1940-an, saat teknologi elektronik semakin maju dan televisi mulai diproduksi secara massal.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:heading {\"level\":3} -->\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Apa bedanya resolusi 30 garis dengan TV modern sekarang?<\/h3>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>TV modern memiliki ribuan garis vertikal dan horizontal yang menghasilkan gambar jauh lebih tajam, jelas, dan detail dibandingkan dengan TV pertama yang hanya memiliki 30 garis.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:heading {\"level\":3} -->\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Apakah masih ada TV lama yang bisa digunakan?<\/h3>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Beberapa model TV tua masih ada dan digunakan sebagai barang koleksi, tetapi fungsinya tidak bisa dibandingkan dengan TV modern.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:heading {\"level\":3} -->\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Bagaimana perkembangan teknologi TV di masa depan?<\/h3>\n<!-- \/wp:heading -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Resolusi TV akan terus berkembang, mungkin dengan penggabungan teknologi <strong>VR<\/strong> atau <strong>AR<\/strong> yang akan meningkatkan pengalaman menonton dengan lebih imersif.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:separator {\"className\":\"is-style-wide\"} -->\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n<!-- \/wp:separator -->\n\n<!-- wp:paragraph {\"style\":{\"elements\":{\"link\":{\"color\":{\"text\":\"var:preset|color|black\"}}}},\"textColor\":\"black\"} -->\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color\">Dan itulah sejarah singkat tentang <strong>resolusi TV pertama di dunia<\/strong>. Dari yang hanya berisi 30 garis horizontal, kini kita bisa menikmati TV dengan kualitas luar biasa. Teknologi terus berkembang, dan siapa tahu apa yang akan kita saksikan di masa depan?<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:separator {\"className\":\"is-style-wide\"} -->\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n<!-- \/wp:separator -->","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[11,10],"tags":[52,62],"class_list":["post-1602","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-electronics","category-hai-news","tag-sejarah-tv","tag-smart-tv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Resolusi TV Pertama di Dunia: Cuma 30 Garis Horizontal! - Haielektronik: Solusi eCommerce &amp; Digital Marketing kreatif<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mulai dari TV pertama dengan resolusi 30 garis hingga teknologi 8K yang canggih, ikuti perjalanan perkembangan resolusi televisi dari masa\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, nofollow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/haielektronik.id\/id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Resolusi TV Pertama di Dunia: Cuma 30 Garis Horizontal! - Haielektronik: Solusi eCommerce &amp; Digital Marketing kreatif\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mulai dari TV pertama dengan resolusi 30 garis hingga teknologi 8K yang canggih, ikuti perjalanan perkembangan resolusi televisi dari masa\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/haielektronik.id\/id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Haielektronik: Solusi eCommerce &amp; Digital Marketing kreatif\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-21T03:29:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-20T03:02:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Techfact-Resolusi-TV-pertama.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Haimin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Haimin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/\"},\"author\":{\"name\":\"Haimin\",\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/#\/schema\/person\/8a455ec33fda061b40b75df797c40d11\"},\"headline\":\"Resolusi TV Pertama di Dunia: Cuma 30 Garis Horizontal!\",\"datePublished\":\"2024-08-21T03:29:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-20T03:02:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/\"},\"wordCount\":831,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Techfact-Resolusi-TV-pertama.webp\",\"keywords\":[\"Sejarah tv\",\"Smart TV\"],\"articleSection\":[\"Electronics\",\"Hai News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/\",\"url\":\"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/\",\"name\":\"Resolusi TV Pertama di Dunia: Cuma 30 Garis Horizontal! - Haielektronik: Solusi eCommerce &amp; Digital Marketing kreatif\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Techfact-Resolusi-TV-pertama.webp\",\"datePublished\":\"2024-08-21T03:29:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-20T03:02:10+00:00\",\"description\":\"Mulai dari TV pertama dengan resolusi 30 garis hingga teknologi 8K yang canggih, ikuti perjalanan perkembangan resolusi televisi dari masa\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Techfact-Resolusi-TV-pertama.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Techfact-Resolusi-TV-pertama.webp\",\"width\":1080,\"height\":1350,\"caption\":\"resolusi tv pertama di dunia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/haielektronik.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Resolusi TV Pertama di Dunia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/haielektronik.id\/\",\"name\":\"Haielektronik: Solusi eCommerce & Digital Marketing kreatif\",\"description\":\"Haielektronik: Solusi Digital Terpercaya untuk Social Media, eCommerce, Marketing, dan Konten Kreatif\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/#organization\"},\"alternateName\":\"Agency Digital Marketing Creative & eCommerce Enabler\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/haielektronik.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/#organization\",\"name\":\"Haielektronik | Home Appliances Indonesia\",\"alternateName\":\"Haielektronik.id\",\"url\":\"https:\/\/haielektronik.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Logo-Slider-01.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Logo-Slider-01.webp\",\"width\":1251,\"height\":626,\"caption\":\"Haielektronik | Home Appliances Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.youtube.com\/@HaielektronikID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/haielektronik.id\/\",\"https:\/\/www.tiktok.com\/@haielektronik.id\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/#\/schema\/person\/8a455ec33fda061b40b75df797c40d11\",\"name\":\"Haimin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/haielektronik.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87498056fbf046aa5d7047365590d923bcbc207cb54622df9ae8ee05264eb420?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87498056fbf046aa5d7047365590d923bcbc207cb54622df9ae8ee05264eb420?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Haimin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/haielektronik.id\"],\"url\":\"https:\/\/haielektronik.id\/id\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Resolusi TV Pertama di Dunia: Cuma 30 Garis Horizontal! - Haielektronik: Solusi eCommerce &amp; Digital Marketing kreatif","description":"Mulai dari TV pertama dengan resolusi 30 garis hingga teknologi 8K yang canggih, ikuti perjalanan perkembangan resolusi televisi dari masa","robots":{"index":"index","follow":"nofollow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Resolusi TV Pertama di Dunia: Cuma 30 Garis Horizontal! - Haielektronik: Solusi eCommerce &amp; Digital Marketing kreatif","og_description":"Mulai dari TV pertama dengan resolusi 30 garis hingga teknologi 8K yang canggih, ikuti perjalanan perkembangan resolusi televisi dari masa","og_url":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/","og_site_name":"Haielektronik: Solusi eCommerce &amp; Digital Marketing kreatif","article_published_time":"2024-08-21T03:29:37+00:00","article_modified_time":"2025-10-20T03:02:10+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":1350,"url":"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Techfact-Resolusi-TV-pertama.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Haimin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Haimin","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/"},"author":{"name":"Haimin","@id":"https:\/\/haielektronik.id\/#\/schema\/person\/8a455ec33fda061b40b75df797c40d11"},"headline":"Resolusi TV Pertama di Dunia: Cuma 30 Garis Horizontal!","datePublished":"2024-08-21T03:29:37+00:00","dateModified":"2025-10-20T03:02:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/"},"wordCount":831,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/haielektronik.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Techfact-Resolusi-TV-pertama.webp","keywords":["Sejarah tv","Smart TV"],"articleSection":["Electronics","Hai News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/","url":"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/","name":"Resolusi TV Pertama di Dunia: Cuma 30 Garis Horizontal! - Haielektronik: Solusi eCommerce &amp; Digital Marketing kreatif","isPartOf":{"@id":"https:\/\/haielektronik.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Techfact-Resolusi-TV-pertama.webp","datePublished":"2024-08-21T03:29:37+00:00","dateModified":"2025-10-20T03:02:10+00:00","description":"Mulai dari TV pertama dengan resolusi 30 garis hingga teknologi 8K yang canggih, ikuti perjalanan perkembangan resolusi televisi dari masa","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#primaryimage","url":"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Techfact-Resolusi-TV-pertama.webp","contentUrl":"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Techfact-Resolusi-TV-pertama.webp","width":1080,"height":1350,"caption":"resolusi tv pertama di dunia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/haielektronik.id\/blog\/resolusi-tv-pertama-di-dunia-cuma-30-garis-horizontal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/haielektronik.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Resolusi TV Pertama di Dunia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/haielektronik.id\/#website","url":"https:\/\/haielektronik.id\/","name":"Haielektronik: Solusi eCommerce & Digital Marketing kreatif","description":"Haielektronik: Solusi Digital Terpercaya untuk Social Media, eCommerce, Marketing, dan Konten Kreatif","publisher":{"@id":"https:\/\/haielektronik.id\/#organization"},"alternateName":"Agency Digital Marketing Creative & eCommerce Enabler","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/haielektronik.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/haielektronik.id\/#organization","name":"Haielektronik | Home Appliances Indonesia","alternateName":"Haielektronik.id","url":"https:\/\/haielektronik.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/haielektronik.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Logo-Slider-01.webp","contentUrl":"https:\/\/haielektronik.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Logo-Slider-01.webp","width":1251,"height":626,"caption":"Haielektronik | Home Appliances Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/haielektronik.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.youtube.com\/@HaielektronikID","https:\/\/www.instagram.com\/haielektronik.id\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@haielektronik.id"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/haielektronik.id\/#\/schema\/person\/8a455ec33fda061b40b75df797c40d11","name":"Haimin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/haielektronik.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87498056fbf046aa5d7047365590d923bcbc207cb54622df9ae8ee05264eb420?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87498056fbf046aa5d7047365590d923bcbc207cb54622df9ae8ee05264eb420?s=96&d=mm&r=g","caption":"Haimin"},"sameAs":["https:\/\/haielektronik.id"],"url":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1602","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1602"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1602\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1879,"href":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1602\/revisions\/1879"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/haielektronik.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}